Satu lagi SMU Alternatif lahir di Qaryah Thayyibah

April 30, 2007 at 2:05 pm 3 komentar

SMU Alternatif lahir lagi di Desa Sempulur Boyolali.

Satu lagi anggota SPPQT membidani lahirnya lembaga pendidikan setelah sebelumnya Kalibening Salatiga mendirikannya. kali ini setingkat SMU setelah sebelumnya masyarakat Kalibening Salatiga mendirikan SMU Alternatif. SMU yang baru ini berlokasi di Desa Sempulur Kec. Karanggede Kab. Boyolali. Keberadaan SMU Alternatif ini diharapkan menjadi jawaban akan kebutuhan terhadap anak petani di wilayah Kab Boyolali bagian barat laut, khususnya di desa Sempulur kec Boyolali dan sekitarnya. di Wilayah ini paguyuban anggota SPPQT bernama Sejahtera.

Hal ini ditegaskan dalam deklarasi pendirian SMU Alternatif Qaryah Thayyibah pada Sabtu, 28 April 2007 di Rumah Bapak Suluri, Carik sempulur. Hadir dalam deklarasi ini para pegiat paguyuban, para tokoh masyarakat dan juga para pengurus dan pengelola dari SMU Alternatif itu sendiri.

SMU ini lahir setelah melalui beberapa pertemuan sebelumnya baik yang di fasilitasi oleh pegiat SPPQT ataupun atas prakarsa paguyuban sendiri. sekedar informasi bahwa di desa sempulur telah berdiri paguyuban petani sejahtera. paguyuban ini langsung menjadi anggota SPPQT. Sekarang keberadaan SMU Alternatif Qaryah Thayyibah menjadi bagian dari keluarga besar paguyuban sejahtera setelah sebelumnya mereka berhasil mendirikan lembaga ekonomi berupa gardu tani; semacam koperasi simpan pinjam. Gardu tani di sana sekarang sudah berjalan dengan lancar, termasuk progresivitas keuangannya tergolong lancar.

Pak Suluri, ketua paguyuban sejahtera mengatakan bahwa ini salah satu upaya dan komitmen paguyuban untuk meningkatkan kualitas hidup petani, yaitu melalui pendidikan. sementara sistem pendidikan indonesia selama ini banyak masalah. ketika di SPPQT ada sistem alternatif dalam pendidikan, maka setelah dipelajari ternyata terlihat sesuai dengan persoalan petani selama ini. SMU ini akan mulai membuka pendaftaran terhitung sejak ajaran baru tahun ini. murid tidak dibatasi wilayah tetapi untuk mereka yang dari desa setempat akan diberi prioritas, mengingat sekolah ini berbasis komunitas (petani). Mereka yang lulus SMP/MTs bisa langsung mendaftarkan kesana.

Untuk sementara SMU ini akan menempati aula pesantren yang ada di desa sempulur. Kebetulan pengelola pondok, pengelola SMU alternatif dan pegiat paguyuban memiliki hubungan yang cukup baik, sehingga sangat mendukung kelancaran pendirian SMU alternatif ini. “SMU ini nantinya juga akan mempelajari tentang kehidupan petani, bagaimana kehidupannya, dan upaya-upaya untuk meningkatkan kesejahteraannya”. kata Pak SUluri menambahkan paparannya. pernyataan ini sangat wajar mengingat lingkungan SMU Alternatif sempulur adalah petani. “Harapannya anak didik tidak tercerabut dari budayannya, sehingga ketika lulus tidak menjadi bingung menghadapi persoalan di masyarakat.” tambah Pak Suluri. “Biar mereka tidak melulu pengin mencari kerja di kota sementara desanya mereka tinggalkan” tambah Pak Musa, koordinator pengelola SMU.

Sekedar informasi bahwa saat ini di persebaran anggota SPPQT sudah bermunculan lembaga pendidikan alternatif. saat ini yang lahir adalah lembaga pendidikan setingkat SMP dan SMU. untuk SMP sudah ada 10 buah dan SMU sampai saat ini sudah 2 buah. Satu di Kalibening Salatiga dan satu lagi yang baru berdiri di sempulur ini. Adapun untuk SMP alternatif tersebar di Kota Salatiga, Kab Semarang, Kab Magelang dan Kab Boyolali. Jumlah murid secara keseluruhan mencapai 356 siswa.  

Iklan

Entry filed under: Uncategorized.

Evaluasi 2006 dan perencanaan 2007 SPPQT Pengin menyediakan akses internet untuk petani, SPPQT dolan ke Telecenter Semeru

3 Komentar Add your own

  • 1. Arjuna  |  April 30, 2007 pukul 2:25 pm

    semoga tidak sekedar ngikut dengan lembaga pendidikan alternatif sebelumnya. apalagi mewarisi sisi buruknya.

    kita tunggu aja kelanjutannya

    Balas
  • 2. Herman  |  Mei 24, 2007 pukul 3:36 am

    Bagus. Sekolah kek gini ni yang bisa menjadikan anak bangsa jadi lebih mandiri. Semoga lulusannya lebih nasionalis ketimbang lulusan sekolah umum yang selalu berpikiran “west is the best’, berpenyakit inferioritas compleks yang akut. Tetap berjuang deh.

    Balas
  • 3. the_learner  |  November 27, 2008 pukul 1:45 am

    more QT school means more better education in Indonesia? I hope so…

    Freedom to the better way!!!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekretariat:

Jln Ja'far Shodiq 36 Kalibening Tingkir Kota Salatiga. Phone (0298) 311438.
April 2007
S S R K J S M
    Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

%d blogger menyukai ini: