Sewindu Qaryah Thayyibah

Agustus 14, 2007 at 12:44 pm 1 komentar

Minggu kedua Agustus 2007 ini SPPQT memperingati ulang tahunnya yang ke 8. Sebagaimaa tahun-tahun sebelumnya. peringatan ulang tahun kali ini diperingati secara sederhana. Di dahului dengan mengadakan perlombaan olah raga mulai tanggal 7 hingga tanggal 9. Tanggal 10 diadakan seminar soal agraria. Seminar dibagi menjadi dua sessi. Sessi pagi mengenai persoalan pokok agraria dan tanah untuk petani penggarap. Sessi ini juga dilengkapi dengan paparan beberapa contoh land reform di berbagai negara. Sessi siangnya dibahas mengenai fiqih tanah, yaitu bahasan soal tanah untuk petani penggarap dari perspektif agama. Malamnya diadakan refleksi yang diikuti oleh seluruh pegiat SPPQT dan beberpa orang yang memiliki perhatian serius terhadap perkembangan qaryah thayyibah.
Hadir sebagai pembicara seminar adalah Nur Rahman dari Sekber tani Jawa Tengah, Bahrudin dari dewan pimpinan petani qaryah thayyibah, Raymond Toruan dari The Jakarta post, dan sebagai moderator adalah Abdul Rohim, koordinator devisi advokasi SPPQT. Nur Rahman memaparkan beragam persoalan seputar reforma agraria di indonesia. Ia yang selama ini juga aktif di Forum Persaudaraan Petani Kendal bicara panjang lebar mengenai akar persoalan reforma agraria. hal ini penting untuk dikupas dalam rangka membangun dan menguatkan kesadaran pada petani SPPQT bahwa mereka sebagai petani sebenarnya punya hak untuk memiliki tanah sebagai alat produksi. pada bagian lain Raymond Toruan memaparkan beberapa capaian atas reforma agraria di berbagai negara. ini diharapkan memberi inspirasi bagi petani dan pegiat SPPQT untuk terus memperjuangkan tanah bagi petani penggarap.
sessi sore seminar mengangkat tema tanah untuk penggarap dari perspektif teologis. tema besarnya adalah soal fiqh tanah. hadir sebagai pembicara dalam sessi ini adalah Kiai Tadzkir dan Dr. Abdul jalil. Kiai Tadzkir adalah sosok yang memiliki konsern terhadap persolan tanah di kalangan petani. Beliau menguraikan bagaimana nilai-nilai agama yang berlandaskan keadilan dan kesetaraan mengimplementasikan keberpihakannya pada petani penggarap dan notabene miskin. beliau juga mengungkapkan betapa nilai-nilai mulia itu banyak disimpangkan justru untuk menindas petani. beliau tidak lupa mengaak seluruh elemen yang hadir untuk menegakkan kembali nilai yang hilang tersebut.
Dr Jalil meninjau fiqh tanah untuk petani penggarap dari segi institutional dan akademis. beliau yang aktif di PWNU jawa tengah ini mengurai dengan detail dan jujur bagaimana persoalan tanah untuk petani penggarap ini sudah sangat rumit dan jauh dari segi keadilan. ketimpangan kepemilikan, penguasaan, penggunaan dan perampasan merupakan masalah berat agraria indonesia. pada intinya beliau menanyakan komitmen seluruh pihak di negeri ini termasuk kalangan agamawan untuk memberikan andil bagi penyelesaian persoalan tersebut.
seminar yang diikuti oleh sekitar 200 an peserta perwakilan dari sebaran paguyuban anggota SPPQT ini selesai pukul 16.00 WIB. hadir dalam seminar ini beberapa tamu undangan dari beberapa lembaga swadaya di Salatiga, elemen mahasiswa, dan juga beberapa organisasi mitra SPPQT.

refleksi
malamnya seluruh pegiat SPPQT berkumpul di aula. nampak duduk diantara para pegiat ada Raymond Toruan dan teman-teman dari CRI. mereka ini telah bermitra dengan SPPQT sejak awal SPPQT berdiri. mereka duduk lesehan berbaur dengan seluruh pegiat SPPQT melingkar mengelilingi meja. diempat penjuru meja ada empat nasi tumpeng dengan segala kelengkapannya. di satu sisi tengah meja ada tumpeng besar dengan tulisan 8 thn qt dari kacang panjang rebus. dipucuknya ada telur rebus. di sisi meja sebaliknya ada ayam ingkung. ayam tersebut berada di hamparan lalapan hijau yang segar. tumpeng melambangkan kekokohan dan komitmen. ayam melambangkan kesejahteraan dan kedaulatan. hamparan lalapan hijau segar dan gudangan menggambarkan keaneka ragaman, kesuburan dan alam yang lestari, menghidupi dan mencukupi.
refleksi mulai cerdas setelah seluruh peserta selesai menyantap isi meja. satu persatu yang hadir mulai angkat bicara. ada yang merasakan beratnya perjuangan di SPPQT. ini terlihat dari semakin banyaknya persoalan yang belum tergarap. pegiat lain merasa belum bisa memberikan peran yang signifikan dalam perjuangan besar SPPQT mensejahterakan petani. mereka bahkan berpesan kepada anggota afar dalam rapat umum anggota serikat mendatang bisa memilih anggota dewan pimpinan sebagai representasi anggota yang bisa bekerja memperjuangkan aspirasi seluruh petani khususnya di qaryah thayyibah.
tanpa bermaksud putus asa seluruh pegiat merasakan bahwa semakin kedepan hidup dan perjuangan petani kian berat. musuhnya kian beragam dan disisi lain kekuatan serta kedaulatan petani belum juga kuat. Raymond Toruan mengingatkan bahwa dalam kondisi seperti ini seluruh elemen mesti bersatu dan meneguhkan komitmen perjuangan. terus berupaya dan mencoba melakukan sesuatu dirasa lebih baik daripada menjebakkan diri pada rasa bersalah apalagi saling mencari kesalahan ketka perjuangan menemui kegagalan. kita mestinya bisa belajar dan mengambil pelajaran dari kesalahan dan kegagalan dan bukannya berhenti berjuang serta mencari kambing hitam bila menemui kegagalan.
bahruddin masih dengan gayanya yang selalu optimis mengajak seluruh pegiat SPPQT untuk senantiasa kreatif dan mengembangkan kreatifitas. di kesempatan ultah SPPQT ini ia memaparkan kembali gagasan lumbung sumberdaya yang digagasnya. dari lumbung sumberdaya ini diharapkan anggota bisa sedikit demi sedikit membangun keberdayaanya. saat ini kondisi lumbung sumberdaya emang mulai dikembangkan di qaryah thayyibah. salah satu sumberdaya yang hendak dikembangkan adalah sumberdaya informasi, yaitu informasi literer berbwntuk buku dan informasi digital berupa akses internet.
inti dari refleksi kali ini adalah bahwa perjuangan masih panjang. bahwa musuh petani yang dihadap kian banyak. bahwa petani kadang masih kabur mana musuh dan mana yang bukan musuh karena tidak sedikit musuh berbahaya bagi petani tetapi wujunya tersamarkan. sebagian lagi dari petani belum merasa bahwa kemiskinan dan ketertindasan yang mereka alami bukan sebagai akibat dari kebijakan dan sikap yang alah terhadap mereka sehingga mereka tidak merasa memiliki musuh yang harus dihadapi. akibatnya mereka tidak memiliki semangat juang dan cenderung apatis.
refleksi ini kemudian ditutup begitu saja pukul 22.30 WIB.

Iklan

Entry filed under: Uncategorized.

Qaryah Thayyibah University was born SPPQT Mau Punya Gawe Besar

1 Komentar Add your own

  • 1. Orangmuda » Archive » Esensi dari Kesederhanaan  |  November 1, 2007 pukul 9:36 pm

    […] beliau masih belum berubah sejak pertama kali saya lihat pada bulan Agustus 2007 kemarin di sebuah seminar agraria SPPQT. Waktu itu Pak Bahruddin diundang untuk jadi salah satu pembicara dalam kapasitasnya sebagai […]

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekretariat:

Jln Ja'far Shodiq 36 Kalibening Tingkir Kota Salatiga. Phone (0298) 311438.
Agustus 2007
S S R K J S M
« Jul   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

%d blogger menyukai ini: