Kenaikan BBM dan BLT

Mei 26, 2008 at 7:36 pm 1 komentar

Rakyat Indonesia tidak bodoh, atau setidak-tidaknya jangan terus menerus dibodohi. Sekilas tiada yang salah dengan kenaikan harga BBM dan BLT yang diterapkan pemerintah indonesia. tapi nyatanya banyak reaksi penolakan dan penentangan di sana sini. Artinya ada yang salah dalam hal ini. Pemerintah mencoba berargumen bahwa naikknya harga minyak dunia menjadi penyebabnya. Sehingga mau tidak mau rakyat harus menanggung akibat dari kenaikan BBM. Sebagai permennya kemudian pemerintah mengucurkan BLT yang sebesar Rp.300 ribu untuk 3 bulan. Tragis sekali. Mengapa?

Indonesia punya ladang minyak cukup banyak. Nenek moyang dulu pernah berkata” biarlah minyak danbarang tambang lainnya itu tetap ada di perut bumi hingga putra bangsa bisa mengambil dan mengolahnya. sampai hal itu terjadi, bangsa Indonesia akan sejahtera dengan yang ada di permukaan bumi”. Tapi rupanya kekayaan alam dalam bentuk tambang justru dikontrak karyakan dengan negara lain sehingga Indonesia tidak punya kontrol atas distribusi dan peruntukan minyak. Penjajah  (penanam modal) justru diberi karpet merah dan disambut tembakan meriam 7 kali untuk kembali menjajah Indonesia kembali dengan menguasai sumber-sumber alam vital. Rakyat kembali jadi jongos dan gedibal dan petani tidak pernah sejahtera.

Ibaratnya kita punya pohon mangga di kebun kita, harusnya berapapun harga mangga diluar kita tetap punya mangga dan memakannya. Tapi pohon mangga telah diserahkan pada orang lain sehingga kita harus membayar mangga Rp 100 ribu terhadap mangga sendiri karena harga mangga diluar Rp 100 ribu. Celakanya jadi bangsa bodoh dan terjajah. Teriaknya merdeka sih keras sekali, tapi mental dan kehidupannya terjajah habis.

Dampak kenaikan harga BBM menyebabkan ongkos produksi dan transportasi sektor ekonomi naik. Harga kebutuhan pokok naik. Sembako naik. PHK jumlahnya bisa naik. Ekonomi menjadi lesu. Rp 100 ribu adalah pelipur lara yang mungkin hanya bisa untuk menyeka air mata. Habis itu rakyat pusing karena diluar keadaan tiada ampun. Ongkos angkot naik, minyak goreng naik, terancam PHK.

Repot lagi petani yang miskin tidak kaya juga tidak. Mau usaha modal tidak ada, persaingan pasar sangat ketat dan pemerintah masih kecil keberpihakannya pada pengusaha kecil. bantu modal sedikit saja ngaturnya sampai jauh banget. Kentut aja diatur karena sudah dapat bantuan dari pemerintah.

BLT sebenarnya bisa dijadikan modal usaha koperasi yang berbasis anggota sehingga bisa menghidupi petani dan rakyat miskin lainnya. Tidak ada BLT pun selama ini Rakyat Indonesia adalah pekerja keras. Jadi modal kerja lebih berarti dari bantuan yang akan habis dalam hitungan minggu sementara harga BBM naik entah sampai kapan.

Iklan

Entry filed under: Uncategorized.

Sikap SPPQT terhadap pengelolaan Eks Tanah Salib Putih Tawaran Mewujudkan Kedaulatan Pangan

1 Komentar Add your own

  • 1. faisol  |  Juni 25, 2008 pukul 5:11 am

    iya. mmg kenaikan BBM memnyusahkan petani. hidup petani

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekretariat:

Jln Ja'far Shodiq 36 Kalibening Tingkir Kota Salatiga. Phone (0298) 311438.
Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Agu »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

%d blogger menyukai ini: