Sikap SPPQT terhadap pengelolaan Eks Tanah Salib Putih

Mei 26, 2008 at 6:57 pm 2 komentar

Pers Release

SPPQT sangat tidak sepakat dengan kejadian di Salatiga kaitannya dengan Salib Putih. Salib Putih yang habis masa kontraknya justru menjadi rebutan orang-orang yang penuh ambisi atas nama agama. Tanah sebagai alat produksi harusnya dikelola oleh para petani dan buruh tani di sekitar Salib Putih tersebut. Tapi pemerintah baik pemkot ataupun pemprov justru terjebak dan terseret para praktek bagi-bagi tanah yang mengabaikan petani penggarap sebagai yang paling berhak mengelola tanah.


Tentang Salib putih
Pada awalnya tanah ini milik orang asing (kewarganegaraan Australia) bernama Tuan Emrick seorang missionaries yang babat alas disitu. Lahan yang seluas kira-kira 8 hektar itu kemudian dibuatlah sebuah padepokan yang berfungsi sebagai tempat penampungan orang-orang tuna karya dan tuna wisma. Sebagian lahan diolah untuk pertanian dan perkebunan. Warga yang ditampung di situ disuruh mengelolanya disamping masih dibekali dengan beberapa ketrampilan seperti membuat keset dari tepes/sabut kelapa atau sapu dari ijuk yang kemudian diproduksi untuk dijual belikan. Semua masih dalam pengawasan dan bimbingan tuan Emrick. Pada tahap berikutnya dibuatlah Yayasan Kristen. 
nama Salib Putih sendiri muncul dari sebutan masyarakat karena di lokasi itu ada bangunan gereja dengan lambing Salib di depan Gereja dengan bangunan warna Putih. Sampai sekarang Gereja dan simbul Salib masih berdiri atau masih ada.
Warga sekitar bekerja diperkebunan kopi milik yayasan Salip Putih, dan hasilnya diberikan untuk yayasan tersebut. Dan diawasi oleh pengawas Yayasan. zaman nasionalisasi asset, luput. Karena tanah terebut digunakan sebagai social.kemudian tanah sekitar dibuat sebagai lahan untuk yayasan.pengajuan HGU sudah dua kali. Sekitar 60 tahun.
Perlausan lahan teradi saat tanah tersebut dikuasai oleh PT. RMS. Sampai sekarang masih terjadi kesimpang siuran soal perluasan HGU Salib Putih, ada yang menyebutkan 89 ha atau 90 ha (versi media), 98 ha (versi BPN Jawa Tengah), 110 ha dan 150 ha atau bahkan lebih (versi masyarakat pelaku sejarah), 200 ha menurut document resmi yang dibuat dari fihak Salib Putih kepada BPN Jawa Tengah.

Kompleks Salib Putih berdiri di atas lahan 100 hektar di daerah sejuk, 600-750 meter di atas permukaan laut, Jalan Raya Salatiga-Kopeng Kilometer 4, Desa Kumpulrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah. Kini 10 hektar di antaranya dikelola langsung YSK Salib Putih, yakni 5,5 hektar untuk bangunan, sisanya untuk lahan garapan penghuni panti karya.

Sikap SPPQT
Salib Putih adalah salah satu obyek land reform atau reforma agraria. Dengan kondisi yang sama dengan pemerintahan pusat yang masih tidak tahu-menahu soal RA maka harus didorong dan didesak agar mengarah pada perwujudan ke arah reforma agraria yang benar. Perpanjangan ijin usaha dari PT Salib Putih di tahun ini (2007) adalah sebuah konspirasi yang tidak berpihak pada Petani gurem sebagai subyek land reform.
Fakta bahwa dibeberapa lokasi ijin usaha (HGU) itu mangkrak/tidak produktif, tidak berfungsi, salah ijin, salah sasaran, dan merugi adalah menjadi pertimbangan yang jelas bahwa obyek land reform Salib putih harus diwujudkan atau diselesakan dengan langkah-langkah pembaharuan agraria yang sejati.
Hal ini menjadikan keprihatinan kami sebagai organisasi massa tani yang bersekretariat di Salatiga. Sekaligus hal ini menjadi perhatian kami yang paling dasar.
Desakan baik melalui lobi-lobi ataupun aksi massa oleh beberapa kelompok atau beberapa fihak yang menghendaki diluar langkah-langkah yang dikehendak oleh UUPA nomor 5 tahun 60, jelas-jelas akan mengarah pada tindakan yang anarkhi dan sama sekali tidak mencerminkan semangat kerakyatan dan kebangsaan.
Karena bagi kami hal tersebut di atas juga menunjukkan / menandakan kebingungan pemerintahan kota salatiga terhadap land reform itu sendiri. Ini preseden yang tidak bagus.

Salatiga,10 Mei 2008

Iklan

Entry filed under: Uncategorized.

Buruh, Pendidikan dan Kebangkitan Bangsa Kenaikan BBM dan BLT

2 Komentar Add your own

  • 1. abdoelqt  |  Juli 1, 2008 pukul 7:05 am

    hidup RA

    Balas
  • 2. Bison  |  Oktober 26, 2008 pukul 7:50 am

    terus berjuang!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekretariat:

Jln Ja'far Shodiq 36 Kalibening Tingkir Kota Salatiga. Phone (0298) 311438.
Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Agu »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

%d blogger menyukai ini: