Renungan 9 tahun SPPQT

Agustus 1, 2008 at 3:21 am Tinggalkan komentar

Memasuki tahun ke sembilan ini Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah terus melakukan kegiatan dan semakin memantapkan langkah mewujudkan visi organisasi yang menjadi rujukan utama SPPQT sebagai organisasi massa tani yang berbasis di komunitas perdesaan. Tidak bisa dipungkiri bahwa umur yang hampir satu dasa warsa itu mengandung makna tersendiri, paling tidak pergulatan selama ini yang memang benar-benar harus bisa diukur dalam program.

Komparasi paling bermakna adalah ketika dihadapkan pada konteks situasi politik nasional ketika sebagai kekuatan sipil harus ikut menata (baca memberdayakan) diri dalam ber-praksis dengan bekal atau modal analisa sosial selama ini. Di sesama organisasi tani yang lain se visi, SPPQT harus saling melengkapi dan sinergis. Di sisi lain pada kesempatan organisasi tani bentukan pemerintah harus bisa mensikapi karena walau bagaimanapun orientasi organisasinya berbeda. Hal itulah, yang mengakibatkan SPPQT sebagai ormas tani yang independen harus selalu kritis terhadap segala kebijakan pemerintah yang tidak ataupun kurang berpihak pada kepentingan petani. Salah satu slogan yang sekarang ini sedang dicanangkan oleh pemerintah adalah soal ‘ketahanan pangan’. Program pemerintah ini diusung oleh organisasi-organisasi tani yang merupakan under bow-nya dan tentu, semua alat-alat birokrasi.

Tema: Kedaulatan Pangan

Kenapa “Kedaulatan Pangan“ ? dan bukannya “Ketahanan Pangan“ ?

Banyak kalangan membicarakan soal Kedaulatan Pangan, yang harus didukung oleh 4 pilar penting yakni pembaharuan agraria (land reform), sistem pangan lokal, pertanian organik dan pasar yang adil. Artinya, apapun slogan dan programnya ketika tidak mengacu kepada empat point penting tersebut di atas berarti akan sia-sia, tidak menyelesaikan pokok masalah dan … malah akan membuat masalah baru.

Kedaulatan, mengandung makna yang mendasar atau prinsipil, tidak ada intervensi ataupun ketergantungan dari pihak pemodal dan atau koorporasinya. Tidak ada eksploitasi yang hanya berorientasi jangka pendek semata karena kehidupan kita masih panjang, generasi kita juga mempunyai hak atas kelangsungan alam.

Negara-negara kaya sedang menggalang kekuatan untuk memperdayai negara miskin dan berkembang termasuk Indonesia. Keputusan jelas akan merugikan negara-negara berkembang. Yang pada akhirnya akan merebut kedaulatan negara berkembang yang mayoritasnya adalah petani. Dengan alat jaringnya WTO (World Trade Organisation) adalah jaring dagang tingkat internasional. Cepat atau lambat petani Inonesia akan tergilas dan pada gilirannya akan terpuruk.

Pangan merupakan masalah pokok. Tidak ada pangan berarti tidak ada kehidupan. Petani sebenarnya pemroduk pangan, akan tetapi tidak bisa menguasainya karena tidak mempunyai kedaulatan. Kedaulatan telah dirampas. Pangan dikuasai oleh para pemodal bersama koorporasinya.

Iklan

Entry filed under: Uncategorized.

Tawaran Mewujudkan Kedaulatan Pangan Jambore Pendidikan Alternatif I

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekretariat:

Jln Ja'far Shodiq 36 Kalibening Tingkir Kota Salatiga. Phone (0298) 311438.
Agustus 2008
S S R K J S M
« Mei   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

%d blogger menyukai ini: