Tawaran Mewujudkan Kedaulatan Pangan

Agustus 1, 2008 at 3:13 am Tinggalkan komentar

Pangan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap orang dan menjadi hak paling asasi manusia yang harus dipenuhi demi kelangsungan hidupnya. Maka ketersediaan pangan harus terpenuhi, baik secara kualitas maupun kuantitas serta keberlanjutannya bagi setiap orang.

Keberadaan sumber pangan identik dengan keberadaan suatu desa dengan keberagaman sosial budaya masyarakat/petani yang sangat menentukan jenis tanaman dan bahan pangan yang dibudidayakan untuk keluarga dan lingkungannya. Sumber pangan/bahan pangan yang dipahami masyarakat tidak hanya terbatas pada padi/beras tetapi juga berbagai sumber karbohidrat lainnya seperti jagung,singkong,ketela rambat dan umbi-umbian seperti gembili, uwi, suweg, garut, ganyong dan sebagainya. Sebagai pelengkap untuk makan masyarakat menambahkan sayur-sayuran yang berasal dari dedaunan, bunga, umbi dan juga buah sebagai sumber vitamin. Kebiasaan makan dari berbagai jenis pangan/bervariasi dapat menjamin keberadaan aneka pangan sehingga dapat dikelola secara berkelanjutan. Para petani dari generasi terdahulu telah menerapkan model dan sistem budidaya yang dimulai dari keluarga dan masyarakat disekitarnya. Model bertani yang dikembangkan adalah model bertani subsisten/untuk keperluan sendiri dengan sistem tumpang sari yang menggunakan berbagai jenis tanaman. Cara bertani ini diterapkan dari ladang, sawah dan pematangnya bahkan juga dipekarangan rumah.

Tanah sebagai alat produksi pertanian dari hari kehari semakin sempit, disebabkan adanya penguasaan yang timpang atas alat produksi ini. Juga karena alih fungsi lahan yang cukup tinggi. Banyak dari area persawahan yang kini telah menjadi pabrik, real estate dan juga mall. Dengan menyusutnya lahan untuk pertanian menyebabkan sektor pertanian semakin berat bersaing dipasar bebas.

Perdagangan bebas menjadi ancaman luar biasa terhadap kedaulatan pangan bagi suatu negara dan memiliki dampak negatif bagi komunitas pedesaan. Banjirnya produk impor hingga di perdesaan dengan harga yang murah dapat menjadi bumerang ketika banyak individu di seluruh negara mulai mengkonsumsi pangan impor, karena akan berdampak pada peminggiran produk lokal di pasaran. Devisa negara juga akan tersedot akibat untuk menutupi kebutuhan pangan impor. Efeknya mengkerucut dengan semakin memiskinkan petani dan membuat komunitas dan negara tergantung pada produk pangan impor.

Hal tersebut masih ditambah dengan kebijakan pemerintah yang tidak pernah berpihak pada petani seperti kebijakan impor beras dll yang semakin menempatkan petani pada situasi yang sulit. Adalah menjadi tugas negara untuk memproteksi berkembangnya sistem produksi, distribusi dan konsumsi pangan ditingkat lokal.

Sistem Pertanian Organik Yang Terintegrasi

Yang dimaksud dengan sistem pertanian organik yang terintegrasi adalah sebuah sistem pertanian yang mengintegrasikan semua unsur dari mulai persiapan penanaman, penanaman hingga pada proses pasca panen. Mengintegrasikan semua unsur dari mulai alat produksi/tanah, pembibitan, pemupukan, pengairan, pengolahan hasil panen dan juga usaha -usaha off farm yang mendukung pertanian (seperti peternakan, perikanan dll) dan menghargai kepada pangan lokal dan keanekaragaman hayati yang berpihak pada petani dan proses yang ramah lingkungan sehingga keberlanjutannya bisa terjaga.

Sistem ini merupakan sistem pengelolaan pangan yang dimulai dari individu, keluarga sampai pada komunitas atau masyarakat yang berada disuatu wilayah. Sistem ini dilakukan dengan mengutamakan jenis tanaman yang ada sehingga dalam budidayanya juga lebih mudah karena sesuai dengan lingkungannya. Prinsip utama dari sistem ini adalah masyarakat desa dapat mandiri dalam mengelola usaha taninya tanpa tergantung pada bahan-bahan kimia produksi pabrikan, bebas dalam mengembangkan jumlah dan jenis tanaman, produk/sumber pangan, menghormati budaya dan kearifan lokal serta bebas dalam memilih dan mengkonsumsi pangan juga kebijakan negara yang berpihak kepada rakyat/petani, mulai dari perwujudan reforma agraria yang sejati hingga aturan kebijakan impor.

Seiring dengan perubahan waktu, perkembangan informasi dan teknologi maka kebutuhan manusiapun berkembang. Peningkatan kebutuhan tersebut berpengaruh pada pola produksi, pola distribusi dan pola konsumsi. Sumber pangan pokok yang dihasilkan dari tanaman maupun hewan dituntut harus berkualitas , bergizi dan aman bagi kesehatan, terdistribusi merata dan bisa terjangkau masyarakat. Dalam menentukan pangan diperlukan berbagai pertimbangan diantaranya adalah:

  1. Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia dan hak asasi setiap orang yang harus terpenuhi.
  2. Untuk kesehatan maka diperlukan sistem pola pangan sehat yaitu aman, murah, bergizi dan beragam.
  3. Pangan sebagai komoditas dagang memerlukan dukungan sistem perdagangan pangan yang jujur dan bertanggung jawab, sehingga tersedia pangan murah dan terjangkau daya belinya oleh masyarakat
  4. Dari pertimbangan tersebut diperlukan sistem pengaturan, pembinaan, dan pengawasan yang efektif di bidang pangan.

Membangun Gerakan Kedaulatan Pangan

Kedaulatan pangan hanya akan terwujud bila berbagai komponen masyarakat melakukan gerakan bersama guna membangun sebuah tatanan dimana rakyat memperoleh jaminan terpenuhinya hak atas pangan yang layak sepanjang waktu, terbuka akan akses informasi dan sumber daya lain serta terpenuhinya hak rakyat untuk menentukan pola produksi dan konsumsi pangannya sendiri. Selain itu diperlukan juga dari pemerintah berupa kebijakan yang berpihak dan melindungi petani dalam mengelola usaha taninya.

Prinsip kedaulatan pangan berarti menjunjung tinggi hak setiap orang/individu atau masyarakat dan negara dalam memproduksi, mendisribusikan dan memenuhi kebutuhan pangan diatas semua urusan perdagangan. Dengan demikian prinsip kedaulatan pangan meliputi:

  • Rakyat berdaulat untuk menentukan strategi dalam mengelola produksi, distribusi/penyaluran dan menetukan konsumsi pangannya sendiri
  • Rakyat miskin berhak atas berbagai sumber produktif terutama tanah, air , hutan, daerah perikanan, teknologi, benih dan permodalan
  • Petani berhak menentukan kebijakan pangan sendiri termasuk untuk memprioritaskan produksi pangan yang sesuai dengan potensi lokal yang beraneka ragam untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri serta untuk kebutuhan pasar lokal dan pasar umum.
  • Menghormati dan memperkuat kearifan lokal/ keanekaragaman hayati serta sistem produksi pertanian lokal sebagai landasan sistem produksi pangan berkelanjutan
  • Perempuan memiliki hak yang sama dalam pengambilan keputusan menyangkut produksi pangan dan akses seimbang dalam pemenuhan kebutuhan pangan serta dalam mengontrol sumber-sumber daya produktif
  • Rakyat memiliki hak untuk menentukan sendiri apa yang akan dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, bergizi, dan aman serta untuk memperoleh informasi tentang asal usul dan kandungan makanan
  • Setiap negara memiliki hak untuk melindungi pasar domesticnya dengan menetapkan aturan import yang menjamin sistem perdagangan yang adil untuk petani serta melindungi pasar dalam negeri.

Sementara masyarakat juga harus melakukan gerakan :

  • Pengorganisasian masyarakat, melalui penguatan kemampuan kapasitas dan solidaritas organisasi petani,masyarakat, perempuan,buruh serta pemerintah dalam rangka untuk memperkokoh ketahanan pangan
  • Memperjuangkan petani yang tidak punya lahan sehingga bisa mencukupi kebutuhan pangannya dan mendorong untuk terjadinya reforma agraria yang sejati .
  • Mendukung pengembangan dan perluasan sistem budidaya pertanian pangan berkelanjutan melalui penguatan sistem pertanian organik yang terintegrasi.
  • Memprioritaskan sistem pangan lokal dengan memperkuat kapasitas komoditas lokal yakni petani kecil dan anggota masyarakat lokal untuk membuat kebijakan dan strategi mereka sendiri baik dalam peningkatan produksi pangan maupun dalam mengembangkan pasar lokal.
Iklan

Entry filed under: Uncategorized.

Kenaikan BBM dan BLT Renungan 9 tahun SPPQT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekretariat:

Jln Ja'far Shodiq 36 Kalibening Tingkir Kota Salatiga. Phone (0298) 311438.
Agustus 2008
S S R K J S M
« Mei   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

%d blogger menyukai ini: