Perempuan masih belum merdeka

Januari 7, 2010 at 6:52 am Tinggalkan komentar

Setiap kali bercerita tentang perempuan pasti akan terbayang dalam ingatan kita tentang perempuan –perempuan tangguh dari berbagai pelosok desa. Perempuan yang mungkin dalam keseharian tidak dianggap oleh lingkungannya bahkan juga oleh pemerintah. Perempuan lugu yang kemudian sering dijadikan sasaran dan obyek oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab  yang hanya menginginkan keuntungan dari kepolosan mereka.
Perempuan-perempuan ini hidup dalam keterbatasan dan kesederhanaan juga kebersahajaan. Jikalau kemudian mereka mulai mengenal “kemodernan” itu masih terbatas hanya melalui informasi yang sepihak yang kadang karena keluguannnya membuat mereka terjebak dalam informasi searah yang memang bertujuan untuk menjebak mereka tanpa mereka sadari.
Jebakan yang kemudian membuat mereka harus menjadi konsumtif ,harus makan makanan yang sebelumnya mereka tidak tahu seperti mie instan yang sebenarnya banyak mengandung pengawet dan perasa yang bisa membuat mereka rentan terhadap berbagai macam penyakit., yang sebenarnya lebih sehat sayur bayam atau sayur adas yang tumbuh disekitar mereka. Demikian juga dengan anak-anak mereka , anak mereka mulai tidak menyukai ketela dan nasi jagung karena sering melihat iklan ditv yang memamerkan pizza dan roti. Atau serangan iklan dari KFC dan Mc Donald yang bisa 10 atau bahkan 20 kali wara-wiri muncul diTV tanpa mengenal lelah.
Perempuan- perempuan muda mulai resah dengan kulit mereka yang hitam atau kecoklatan, tubuh mereka yang sedikit gemuk tidak seperti bintang iklan yang ada diTV berkulit putih berambut lurus dan bertumbuh ramping sehingga kemudian banyak dari mereka yang membeli beraneka kosmetik , jamu peramping dan bahkan rebonding untuk mendapatkan tubuh dan wajah molek seperti dalam iklan.
Persolan-persoalan diatas tidak hanya terjadi disatu dua tempat atau satu dua perempuan, tetapi hampir jamak dimasyarakat. Mereka tidak menyadari bahwa pada saat itu mereka telah dijajah dibawah alam sadar mereka baik secara ekonomi dan juga budaya. Pada pikiran mereka telah terhegemoni oleh pikiran konsumtif dan kaum kapitalis akan diuntungkan oleh penjualan atas produk mereka, semakin mereka terpengaruh maka produk mereka akan semakin laku,dan sayangnya ini tidak disadari oleh banyak perempuan.
Kalau kita tidak selektif dalam memilih dan membelanjakan uang kita pasti kita akan terbawa arus untuk terus berbelanja karena  tidak hanya soal makan dan kosmetik,yang disediakan oleh pabrikan  tetapi seluruh unsur kebutuhan untuk hidup telah disediakan oleh kapitalisme global ini. Dan yang lebih penting lagi adalah kesadaran ini bukan hanya kesadaran semu tetapi betul-betul kesadaran untuk merdeka dari ketergantungan terhadap kapitalisme global.
(Paparan kondisi perempuan di basis anggota SPPQT, oleh S. Harsun)

Iklan

Entry filed under: Uncategorized.

Program kerja SPPQT tahun 2010 Mengapa Perempuan harus mengorganisir diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekretariat:

Jln Ja'far Shodiq 36 Kalibening Tingkir Kota Salatiga. Phone (0298) 311438.
Januari 2010
S S R K J S M
« Okt   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

%d blogger menyukai ini: