Pendamping IT di lembaga petani (perenungan)

Februari 8, 2010 at 1:59 am Tinggalkan komentar

Ada beberapa refleksi menarik selama mendampingi program pengembangan media dan informasi di SPPQT khususnya selama tahun 2009 kemarin. Pertama;  hal yang mungkin ternyata tidak selamanya mudah untuk dilakukan. kedua; butuh energi lebih untuk menjalankan program. ketiga; butuh ketelatenan dan kecerdasan agar pesan dari program bisa sampai. keempat; butuh kejelian mendengar bahkan ketika program tengah berjalan.
Hal yang mungkin yang tidak selamanya mudah dilakukan adalah menulis. Menulis merupakan pekerjaan yang mungkin dikerjakan oleh orang yang tidak buta huruf, apalagi sudah mendapatkan pelatihan untuk menulis. Menulis juga sulit dilakukan oleh orang yang setiap hari menenteng laptop kemana-mana, atau di depan komputer dan alat tulis lainnya.
Adapun kebutuhan energi lebih untuk menjalankan program utamanya program pengembangan sistem informasi adalah sebagai berikut: energi untuk mendorong pihak-pihak terkait memahami substansi program sehingga arah dan target program jelas serta tidak salah sasaran. Energi untuk memotivasi penggerak program yang kadang gampang seret lantaran mood yang berubah-ubah dan mekanisme yang berbeda antara sekretariat dan paguyuban sehingga sering terjadi kompromi-kompromi. Energi untuk merenung dan berefleksi sehingga kegiatan tidak asal mengejar target dan menghabiskan anggaran.
ketelatenan dan kecerdasan dalam membahasakan program sangat dibutuhkan agar pesan atau substansi program bisa di pahami. Banyak kejadian dimana sebuah program dan bahkan kegiatan yang tidak bisa dipahami substansi dan pesannya sehingga kegiatan menjadi tidak jelas, tidak nyambung dan tidak menghasilan out put yang jelas. Akhirnya program harus diulang dan ini adalah pemborosan. Adapun kecerdasan dibutuhkan untuk membahasakan dan mengartikulasikan program sehingga di terima konstituen dalam hal ini anggota SPPQT sebagai sesuatu yang memang bersentuhan langsung dengan kebutuhan mereka. Masih rendahnya dukungan anggota terhadap beberapa program di pengembangan sistem informasi merupakan indikator dari hal tersebut. Hal serupa juga terjadi di devisi dan komisi lain di SPPQT.
Dan Ketrampilan mendengarkan ini sangat diperlukan oleh seluruh pegiat SPPQT umumnya dan pengelola program pengembangan sistem informasi mereka. Berbagai hal yang bersifat reaksi ataupun tanggapan terhadap sebuah program pasti terartikulasikan. Namun kadang pengelola program kurang memiliki kejelian dan kemampuan menginterpretasikan artikulasi mereka sehingga ungkapan masih di pahami sebagai keluhan, bahasa tubuh masih dianggap sebagai kemalasan, dan protes dianggap sebagai kelambanan bahkan dianggap pembangkangan. (mujab)
Iklan

Entry filed under: Uncategorized.

Mengapa Perempuan harus mengorganisir diri Waspadai kekerasan pada anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekretariat:

Jln Ja'far Shodiq 36 Kalibening Tingkir Kota Salatiga. Phone (0298) 311438.
Februari 2010
S S R K J S M
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

%d blogger menyukai ini: