Mengenalkan Pangan Lokal Kepada Anak Sejak Dini

Oktober 16, 2012 at 5:58 am Tinggalkan komentar

Anak adalah generasi masa depan kita. Mereka ibarat kertas putih yang bisa kita warnai dengan warna apapun yang kita inginkan. Dengan warna yang kita berikan tersebut anak akan hidup dan mendapatkan masa depannya. Cara mendidik kita akan mempengaruhi cara hidup dan pilihan hidup yang akan dipilihnya. Termasuk dalam hal pangan.
Makan atau pangan kalau kita hayati bukan sekedar pangan. Akan ada banyak filosofi, idealism dan juga gerakan yang bisa kita bangun dari “hanya”sekedar makan. Ketika makan tidak hanya sekedar makan pasti aka nada nilai-nilai yang dibangun disana.
Memang secara sederhana ketika kita makan apa tujuannya? Pasti tujuannya adalah kenyang. Tetapi apakah sekedar kenyang? Atau setelah kenyang apa lagi yang jadi tujuan kita, sekedar kenyang atau setelah kenyang kemudian sehat. Nahh disinilah kemudian kita berperan bagaimana mendidik anak dalam hal makan ini.
Bagaimana dan apa pangan yang harus kita kenalkan pada anak kita terutama yang balita? Itu yang penting kita pikirkan. Karena ketika mereka kenalkan pada pangan memang hendaknya bukan sekedar pangan tetapi pangan yang sehat dan bermanfaat untuk mereka seperti pangan local. Hal inilah yang dikembangkan oleh ADITUKA QTHA II Tingkir Lor Salatiga
Mulai mengenalkan pangan local kepada anak usia dini dimulai dengan pemberian makanan berbahan  local yang diolah oleh orang tua wali yang melibatkan anak sebagai bagian dari proses pembelajaran kepada anak yang dilakukan setiap minggu sekali ( setiap Hari Selasa ) dan dilakukan secara bergilir.
Selama ini anak, bahkan anak petani sendiri tidak pernah diperkenalkan pada pangan yang diproduksi dilokal daerah tersebut. Saat ini anak jarang yang mengetahui bagaimana rasa dari nasi jagung, ubi jalar, singkong, gembili, talas dll tetapi terbiasa makan roti, mie instan chiki dll hasil produksi pabrikan.(Yang  justru kebanyakan malah dikenalkan pada pangan yang diproduksi oleh pihak lain yang notabene nya justru harus mereka beli).
Penting bagi anak untuk mengenal pangan yang sehat dan bermartabat sejak dini. Sehat karena tidak mengandung bahan- bahan yang membahayakan kesehatan, bermartabat karena kita berdaulat atas pangan kita karena kita memproduksi pangan itu sendiri dan tidak tergantung pada pihak lain. Filosofi pangan inilah yang harus kita coba bangun dan sampaikan kepada anak kita./sh
Ketika anak dimulai dari usia dini telah dicekoki dengan pangan pabrikan yang dari segi rasa, kemasan, warna dll sangat menarik, maka ketika dikenalkan pada pangan local yang berkebalikan dengan pangan pabrikan menjadi susah.
Ketergantungan anak terhadap pangan pabrikan harus menjadi refleksi kita orang tua. Karena tanpa pengaruh dari kita dipastikan mereka tidak akan tahu./sh

Iklan

Entry filed under: Uncategorized.

SIKAP POLITIK ORGANISASI SPPQT terhadap Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang TEMBAKAU Lumbung sebagai Alternatif Gerakan Perlawanan Petani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Sekretariat:

Jln Ja'far Shodiq 36 Kalibening Tingkir Kota Salatiga. Phone (0298) 311438.
Oktober 2012
S S R K J S M
« Jul    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

%d blogger menyukai ini: